Penjaga sekolah atau Pesuruh sekolah atau Pak bon adalah sebuah profesi yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada umumnya. Tugas pokok seorang Pak Bon adalah menjaga keamanan, kebersihan dan kenyamanan semua komponen sekolah.Sangat-sangat sederhana sekali.
Pagi-pagi sekali (mungkin sekitar jam 5 pagi) mulai menggerakkan tubuh untuk membersihkan ruang kantor sekolah, halaman sekolah, kamar mandi staff sekolah dan kamar mandi siswa, dan ruang-ruang yang lain yang dimiliki sekolah itu. Hal ini memang harus dilakukan sepagi mungkin agar saat siswa dan karyawan sekolah mulai berdatangan, sekolah sudah dalam keadaan siap dilaksanakan proses belajar mengajar.
Saat siswa mulai berdatangan, pak bon membersihkan diri sendiri dan bersiap untuk melaksanakan tugas yang lain, yaitu menjaga keamanan serta menunggu tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala sekolah, guru atau staff yang lain. Selama kegiatan sekolah berlangsung, seorang pak bon harus selalu siap melakukan apapun perintah dari guru, kepala sekolah dan staff sekolah yang lain. Harus selalu siap sepanjang proses belajar mengajar berlangsung sampai jam sekolah benar-benar selesai.
Saat jam sekolah benar-benar selesai, seorang pak bon tidak serta merta selesai juga tugasnya. Saat inilah tugas yang lain harus dikerjakan. Ketika sekolah mulai sepi ditinggalkan para siswa serta karyawan sekolah yang lain pulang, seorang pak bon memulai lagi membersihkan area sekolah, memeriksa setiap sudut sekolah. Dan yang terakhir dilakukan adalah mengunci setiap pintu yang ada di sekolah.
Itulah gambaran sekilas tugas seorang pak bon. Kalau proses belajar mengajar disekolah berlangsung mulai pukul 07.00 wib hingga 15.00 wib, seorang pak bon harus bekerja mulai jam 05.00 wib sampai 16.00 atau 17.00 wib. Bisa dibayangkan betapa kuat fisik seorang pak bon yang harus bekerja lebih dari 10 jam setiap hari.
Tetapi pak bon tetaplah pak bon. Siapapun dan dimanapun umumnya memandang sebelah mata, menganggap sebagai orang rendahan yang tidak mengerti apa-apa. Kata-kata seorang pak bon tidaklah ada maknanya, tidak ada isinya, tidak ada artinya dan wajib tidak didengarkan.
Satu pertanyaan yang mungkin bisa direnungkan: pentingkah keberadaan pak bon di setiap sekolah?
Sabtu, 28 Februari 2009
Langganan:
Komentar (Atom)