Tadi malam tanggal 30 Maret 2009 q melihat sebuah acara "Suara Rakyat" di tvone. Malam itu bertema "Hidup Para Lansia"
Di dalamnya diulas banyak hal tentang kehidupan para lanjut usia. Ada yang di panti jompo, ada pula yang hidup sebatang kara di sebuah stasiun kereta api.
Beberapa nenek-kakek di panti jompo sempat pula diwawancarai tentang kehidupan mereka.
Jujur saja, tiba-tiba mataku berkaca-kaca melihat mereka. Aku membayangkan kedua orang tuaku berada di posisi mereka.
Akhirnya aku benar-benar menangis.................
Aku tidak tahu bagaimana caranya agar kedua orang tuaku bisa bangga dan bahagia melihat kehidupanku. Selama ini aku memang dianggap gagal oleh mereka, dan mungkin aku memang gagal. Aku hanya seorang pesuruh sekolah, dan itu membuat orang tuaku sedih melihatku. Mereka prihatin sekali denganku. Aku mungkin terlihat sebagai anak beliau yang paling tidak beruntung.
Aku masih dianggap sebagai anak yang tidak mampu menjalani kehidupanku sendiri.
Dan itu yang membuat mereka sangat sedih.
Aku tidak tahu harus bagaimana agar bisa membahagiakan mereka......
Aku sendiri juga tidak bisa membayangkan bagaimana kelak jika mereka satu persatu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa...
Aaaaahhhhhhhhhhh.......... entahlah................
Selasa, 31 Maret 2009
Sabtu, 07 Maret 2009
Mata
Aku melihat
Atau aku tak sengaja melihat
Ah entahlah...
Begitu banyak ketidak-jujuran berada disekitarq, disekitar kita...
Bahkan di mana tempat yang tidak kita duga sebelumnya....
Bagaimana jadinya bila generasi masa depan telah dipaksa berada dalam lingkaran ketidak-jujuran ini
Sabtu, 28 Februari 2009
Pak Bon
Penjaga sekolah atau Pesuruh sekolah atau Pak bon adalah sebuah profesi yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada umumnya. Tugas pokok seorang Pak Bon adalah menjaga keamanan, kebersihan dan kenyamanan semua komponen sekolah.Sangat-sangat sederhana sekali.
Pagi-pagi sekali (mungkin sekitar jam 5 pagi) mulai menggerakkan tubuh untuk membersihkan ruang kantor sekolah, halaman sekolah, kamar mandi staff sekolah dan kamar mandi siswa, dan ruang-ruang yang lain yang dimiliki sekolah itu. Hal ini memang harus dilakukan sepagi mungkin agar saat siswa dan karyawan sekolah mulai berdatangan, sekolah sudah dalam keadaan siap dilaksanakan proses belajar mengajar.
Saat siswa mulai berdatangan, pak bon membersihkan diri sendiri dan bersiap untuk melaksanakan tugas yang lain, yaitu menjaga keamanan serta menunggu tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala sekolah, guru atau staff yang lain. Selama kegiatan sekolah berlangsung, seorang pak bon harus selalu siap melakukan apapun perintah dari guru, kepala sekolah dan staff sekolah yang lain. Harus selalu siap sepanjang proses belajar mengajar berlangsung sampai jam sekolah benar-benar selesai.
Saat jam sekolah benar-benar selesai, seorang pak bon tidak serta merta selesai juga tugasnya. Saat inilah tugas yang lain harus dikerjakan. Ketika sekolah mulai sepi ditinggalkan para siswa serta karyawan sekolah yang lain pulang, seorang pak bon memulai lagi membersihkan area sekolah, memeriksa setiap sudut sekolah. Dan yang terakhir dilakukan adalah mengunci setiap pintu yang ada di sekolah.
Itulah gambaran sekilas tugas seorang pak bon. Kalau proses belajar mengajar disekolah berlangsung mulai pukul 07.00 wib hingga 15.00 wib, seorang pak bon harus bekerja mulai jam 05.00 wib sampai 16.00 atau 17.00 wib. Bisa dibayangkan betapa kuat fisik seorang pak bon yang harus bekerja lebih dari 10 jam setiap hari.
Tetapi pak bon tetaplah pak bon. Siapapun dan dimanapun umumnya memandang sebelah mata, menganggap sebagai orang rendahan yang tidak mengerti apa-apa. Kata-kata seorang pak bon tidaklah ada maknanya, tidak ada isinya, tidak ada artinya dan wajib tidak didengarkan.
Satu pertanyaan yang mungkin bisa direnungkan: pentingkah keberadaan pak bon di setiap sekolah?
Pagi-pagi sekali (mungkin sekitar jam 5 pagi) mulai menggerakkan tubuh untuk membersihkan ruang kantor sekolah, halaman sekolah, kamar mandi staff sekolah dan kamar mandi siswa, dan ruang-ruang yang lain yang dimiliki sekolah itu. Hal ini memang harus dilakukan sepagi mungkin agar saat siswa dan karyawan sekolah mulai berdatangan, sekolah sudah dalam keadaan siap dilaksanakan proses belajar mengajar.
Saat siswa mulai berdatangan, pak bon membersihkan diri sendiri dan bersiap untuk melaksanakan tugas yang lain, yaitu menjaga keamanan serta menunggu tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala sekolah, guru atau staff yang lain. Selama kegiatan sekolah berlangsung, seorang pak bon harus selalu siap melakukan apapun perintah dari guru, kepala sekolah dan staff sekolah yang lain. Harus selalu siap sepanjang proses belajar mengajar berlangsung sampai jam sekolah benar-benar selesai.
Saat jam sekolah benar-benar selesai, seorang pak bon tidak serta merta selesai juga tugasnya. Saat inilah tugas yang lain harus dikerjakan. Ketika sekolah mulai sepi ditinggalkan para siswa serta karyawan sekolah yang lain pulang, seorang pak bon memulai lagi membersihkan area sekolah, memeriksa setiap sudut sekolah. Dan yang terakhir dilakukan adalah mengunci setiap pintu yang ada di sekolah.
Itulah gambaran sekilas tugas seorang pak bon. Kalau proses belajar mengajar disekolah berlangsung mulai pukul 07.00 wib hingga 15.00 wib, seorang pak bon harus bekerja mulai jam 05.00 wib sampai 16.00 atau 17.00 wib. Bisa dibayangkan betapa kuat fisik seorang pak bon yang harus bekerja lebih dari 10 jam setiap hari.
Tetapi pak bon tetaplah pak bon. Siapapun dan dimanapun umumnya memandang sebelah mata, menganggap sebagai orang rendahan yang tidak mengerti apa-apa. Kata-kata seorang pak bon tidaklah ada maknanya, tidak ada isinya, tidak ada artinya dan wajib tidak didengarkan.
Satu pertanyaan yang mungkin bisa direnungkan: pentingkah keberadaan pak bon di setiap sekolah?
Langganan:
Komentar (Atom)